This

Sabtu, 11 Januari 2014

Beautiful Love




Cast : Byun Baekhyun
           Kang Yoorin 

                                                                                ###################
Drrrttt…drrrttt…drrrttt…
Terdengar suara getaran handphone dari seorang namja yang sedang nyenyak-nyenyak nya berbaring di tempat tidurnya. Namja itu berusaha menutupi kedua telinganya dengan bantal, namun tetap saja masih terdengar. Akhirnya  byun baekhyun, nama namja tersebut  mengambil handphonenya dan melihat siapa yang menelponnya di pagi bolong  begini.
“hah..” baekhyun pun tersontak saat melihat nama yang tertera di hp nya tersebut
“ ah.. yobseo.. chagiya..” dengan sedikit melengkungkan senyum di wajahnya
“ne.. yobseo oppa, kenapa kau lama skali mengangkatnya? Kau baru bangun ya? “ Tanya yeoja itu yang dikenalnya bernama kang yoorin
“hehehe, ne yoorin –ah. Aku semalam ngebut ngerjain tugas buat dikumpulin ntar siang. Mianhaeyo chagi “ ucapnya lembut
“ ahh oppa gwaenchanayo. Pasti kau capek ya.. kasihan banget namja chingu ku ini. Yaudah, cepat mandi sana, bau tuh” ucap yoorin
“ne,, arraseo..annyeong yoorin ah” dengan suara yang agak malas
Tempat tidur baekhyun ini memang sangat amat berantakan. Disana sini banyak buku yang bergeletakan tak karuan. Ya begitulah kehidupan seorang namja, apalagi dia harus hidup sendiri di pusat kota Seoul. Jauh dari eomma, appa, dan hyung tercintanya. Itu semua dilakukannya, karena ia ingin menamatkan pendidikannya di Universitas of Seoul. Baekhyun tercatat sebagai mahasiswa jurusan music performing di tahun ke 4. 
Setelah menerima telephone dari kekasih tercintanya, baekhyun kembali merebahkan badannya sebentar di kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sambil tersenyum senyum sendiri memikirkan yoorin, yeoja yang resmi dipacarinya sejak 1 tahun lalu.
“Jeglekkk….” Seseorang membuka pintu secara tiba-tiba.
“baekk oppa, kenapa kau belum mandi dan ini semua…?” yoorin tak bisa berkata-kata lagi melihat sebegitu berantakannya kamar namja chingunya.
“hya.. yoorin ah… kenapa kau tak bilang kau mau kesini? Sana keluar sebentar, aku belum mandi ini dan tampang ku masih kummel” pinta baekhyun masih dengan selimut tebal bermotif mobil mobilan pada kekasihnya yang masih berdiri di dekat pintu.
Baekhyun memang belum pernah menunjukkan wajah bangun tidurnya pada kekasihnya itu. Biasanya kalau bertemu dengan kang yoorin pasti dia sudah memakai eyeliner untuk menutupi mata sipit kecilnya itu.
“sana.. keluar sebentar,, ppali” sambil merengek. Melihat tingkah lucu namja chingunya, yoorin pun berniat mengerjai baekhyun .
“hmmm, shiroyo. Aku ingin melihat wajah aslimu tanpa memakai eyeliner oppa” Ucap yoorin sambil berjalan kegirangan mendekat ke baekhyun.
“ anniya..” tolak baekhyun. “ ayolah oppa, aku ingin melihatnya sekali saja. Hanboen !!
“kau pasti kaget nantinya” tetap menolak. “ nggak akan oppa, aku menerimamu dan mencintaimu apa adanya” pinta yoorin yang sudah terduduk di kasur baekhyun. “ aku buka ya chagiya..1, 2, 3..”
Yoorin pun berhasil membuka selimut yang sedari tadi menutupi seluruh tubuh kekasihnya itu. Dan akhirnya ia bisa melihat wajah kekasihnya tanpa balutan make up sama sekali di wajahnya. Dan…
“wahh.. oppa kau imut sekali. Huaa kyeowo…” ucap yoorin sambil tersenyum menatap dan mencubit pipi baekhyun. “aduhh duhhh.. sakit tau” berusaha melepaskan cubitan yoorin. Melihat tingkah bekhyun,  yoorin hanya tertawa puas. “oppa aku lebih suka kau yang seperti ini. Tapi, apapun penampilan mu itu, aku akan tetap mencintaimu baekhyun ssi”. Baekhyun yang mendengarnya hanya bisa tersenyum manis di depan kekasihnya itu sambil memegang tangan halus yoorin yang masih menempel di pipinya. ”aku juga mencintaimu, nomu saranghaeyo..”
@08.30 am
Baek’ pov:
Hari ini aku mengajak pergi jalan-jalan kekasih ku, kang yoorin. Entah, sudah berapa lama aku tak pergi keluar dengannya seperti ini. Aku benar-benar menyiapkan diriku pagi ini, dengan mengenakan kemeja biru tua dan celana panjang. Senang rasanya bisa menggandeng tangan lembutnya dan bisa melihat senyum indahnya lagi pagi ini. Yang aku rasakan kali ini aku benar-benar mencintainya.
“oppa, kau mau makan apa?” tanyanya halus
“ aku ingin makan sama dengan mu.” “ baiklah, aku akan memesankannya untuk mu”.
“oppa, kau mau mengajakku kemana? Ceritakan padaku oppa?” pinta yoorin manja
“ahh rahasia lah.. aku ingin memberikan kejutan untuk mu nanti” jawabku dengan senyum.
Setelah selesai makan, kita pun melanjutkan perjalanan. Aku tak henti-hentinya menggandeng tangannya sampai kita masuk ke bus. Tak beruntungnya diriku hari ini, bus penuh sesak oleh penumpang. Tak ada satu bangku penumpang yang kosong. Alhasil kita pun harus berdiri dan berusaha menjaga keseimbangan agar tak terjatuh. Kita berada di bagian belakang bus, karena memang itu yang tersisa. Aku mencoba memegang pinggangnya agar tak terjatuh. Entahlah, mungkin dia skarang mendengar detakan jantungku yang sedari tadi berdetak kencang karena posisi kita sangat dekat.
Yoorin’pov:
Aku memegangnya erat, erat sekali. Dan dia pun memegangiku juga. Ahh… betapa senangnya hati ku ini bisa pergi kencan dengan kekasih ku tercinta, byun baekhyun. Terasa hembusan hangat dari dirinya diatas kepalaku. Jarak kita memang terlalu dekat, karena tempat yang tersedia memang sangat sempit.
“oppa, bolehkah aku menggandengkan kedua tanganku di tubuhmu?” tanyaku sambil mendongak ke atas. “ne..? oh.. ne silahkan chagiya..” jawabnya sambil melemparkan senyum padaku.
Akupun segera menggandengkan kedua tanganku ke tubuh rampingnya. Dan menempelkan kepalaku ke dadanya. Terasa nyaman sekali. Kupejamkan mataku sejenak dan meresakan kehangatannya. “aku beruntung bisa mendapatkanmu byun baekhyun..” ujar dalam benakku.
Author’pov:
Setelah hamper 15 menit di dalam bus, akhirnya mereka turun juga. Terlihat yoorin sudah capek dan rambutnya sedikit berantakan. Baekhyun pun membantu merapikan rambut kekasihnya itu. Tak ketinggalan, yoorin pun berusaha membantu merapikan baju baekhyun juga. Dan mereka melanjutkan perjalanan mereka.
“oppa, masih jauhkah ini? Rengek yoorin. “aku udah capek nih oppa..”tambahnya sambil mengerutkan wajahnya. Tiba – tiba baekhyun menundukkan badannya dan “ naiklah…”pinta baekhyun sambil menyunggingkan senyum. Aku melamun sebentar. Tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku begitu gugup, karena aku belum pernah digendong sama kekasih ku tercinta ini.
“hya.. yoorin ah, cepat naik..!” pintanya membuyarkan lamunan ku. “ohh.. iya oppa”. Aku pun memberanikan diri  sambil menahan detakan jantungku yang tiba-tiba terasa cepat. “oppa, neo gwaenchana..? “ tanyaku tak enak. “ne..?”jawabnya penasaran. “badanku begitu berat oppa. Akhir-akhir ini aku makan begitu banyak. Habisnya, tugas kuliah ku menumpuk, dan itu semua membutuhkan energy yang banyak” celotehku pada byun baekhyun. “jjinjayo..? tapi aku tak merasakan tubuhmu yang berat..” ucapnya. “geotjimal..!” bentakku.
Aku semakin mengeratkan peganganku di leher baekhyun. Kusandarkan kepalaku di bahunya dan kulirik sedikit wajah imutnya itu. Ternyata dia sedang tersenyum, entah apa yang membuatnya tersenyum, mungkin karena celotehanku yang sedari tadi tak ada hentinya.
Baekhyun’pov :
Yoorin ah, inilah yang aku rindukan dari mu. Celoteh-celotehan mu yang membuatku tertawa geli. Dan ini semua membuat ku semakin jatuh cinta kepada mu, chagiya..
“wahhh… sampai juga kita. Yoorin ah, noe joahaeyo??” tanyaku padanya sambil menggandeng bahunya. “ oppa, inikah kejutan mu untukku? Wahhhh……” jawabnya sambil terus menatap kedepan, dan perlahan-lahan ia berjalan. Akupun mengikutinya perlahan dari belakang. Hari ini aku mengajaknya pergi ke pantai. Inilah keinginannya yang ingin aku kabulkan untuknya. Setelah beberapa hari yang lalu aku melihat keinginan ini tertempel di tembok kamarnya.
Flashback
“tutttuutttut… wah rapi juga kamarnya. Yaiyalah dia kan cewek. Coba bandingkan dengan kamarku, ahhh… jadi malu sendiri kan..” ucapnya sambil celingak celinguk memperhatikan setiap sudut ruangan kamar yoorin. “ apa ini..?” baekhyun menemukan salah satu stikynote yang tertempel di tembok kamarnya. Dan dia membacanya sambil menyunggingkan senyum di wajahnya. Entah apa yang sedang ada dalam pikirannya setelah membaca stikynote yeojachingu nya itu. Sampai akhirnya…
“oppa.. kajja…” ajak yoorin yang keluar dari kamar mandi. “ oh.. ne chagiya…” sahut baekhyun.
Comeback:
Baekhyun’pov:
Aku masih saja mengikutinya dari belakang. Keceriaan dan kepuasan tergambar jelas di wajah putihnya dan gerak gerik tubuhnya. Aku puas sekarang. Puas karena bisa membuatnya tertawa lepas seperti ini.
“apa kau bahagia, yoorin ah?” Ucapku sambil menatapnya. “ne.. ne.. ne.. oppaaa chagiya”. Ucapnya sambil berlari kearah ku dan… BUUKKK… ahhh.,apa ini?  apa aku tak bermimpi? Dia memelukku. Erat sekali. Dan seketika jantungku berdebar kencang. Tak bisa kukendalikan detakan ini. Berharap saja dia tak mersakannya.
“chagiya.. gomapta..” bisiknya pelan di telingaku. “cheonma chagi..” balasku pelan. Kita pun saling bertatapan. Dan yoorin terus saja tersenyum saat menatap ku. Aku pun membalasnya dengan senyuman puppy ku. “ahh oppa kenapa kau tersenyum seperti itu pada ku di situasi seperti ini?” “wae..? imutkan aku” jawabku sambil melakukan aegyo. “ahh oppaaa..”
Hmmmm… hembusan angin makin terasa disaat suasana pantai sudah mulai sore. Burung burung diatas pantai itu bergerombol terbang entah kemana. Aku dan yoorin masih saja berjalan-jalan di pinggir pantai. Rasanya aku ingin waktu berhenti disini. Berhenti disaat aku bersama dengan kekasih ku tercinta ini.
“oppaa… kau tau apa yang kurasakan saat ini?” tanyanya padaku. “hhmm, mollaseo. Mwoya?” jawabku dengan menatapnya. “jigeum, naega nomu nomu nomu haengbokhagae. Bisa berjalan dan bergandengan tangan seperti ini dengan mu, sungguh membuatku bahagia oppa. Aku merasa aku memiliki namjachingu paling hebat di dunia ini. Saranghaeyo oppa” jawabnya sambil menatapku dalam. “nado saranghaeyo yoorin ah” balasku padanya.
Author’pov:
Suara hempasan ombak pantai benar-benar gemuruh. Namun rasanya itu menenangkan untuk sepasang kekasih yang sedang dibakar api asmara. Mereka santai santai saja duduk berdampingan di tepi pantai. Memandang luas lautan dan langit biru yang perlahan lahan berubah warnanya menjadi oranye. Yoorin menyandarkan kepalanya di bahu baekhyun dan baekhyun merangkulkan tangan kirinya ke tubuh yoorin. Mereka benar-benar menikmati suasana kali ini. Dan memang jarang untuk mereka bisa menghabiskan waktu seharian penuh seperti ini.
“ahh senangnya bisa jalan jalan seharian penuh dengan mu” ucap baekhyun sambil mencubit hidung yoorin. “ahh.. apho.. tapi gomapta oppa, sudah memberikan kejutan seperti ini padaku. Aku tak akan melupakan semua ini” ucap yoorin sambil memeluk erat baekhyun dari samping.
Tiba-tiba baekhyun menyuruh yoorin menutup matanya. Entah apa yang ingin dilakukan baekhyun pada yoorin. Dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak berwarna biru. Terlihat senyuman khas dari wajah baekhyun saat membuka kotak itu. Sedangkan yoorin sudah mau merengek minta membuka mata. Dan sebuah benda putih mengkilap berbentuk lingkaran dikeluarkannya dari kotak itu dan memakaikannya di jari lentik kang yoorin.
“skarang, bukalah matamu” pinta baekhyun. Betapa terkejutnya yoorin saat melihat sebuah cincin melingkar manis di jari manisnya. “ oppa, ige mwoya??” Tanya yoorin sambil memperlihatkan cincinnya. “yoorin ssi, maukah kau menikah dengan ku?” Tanya baekhyun yakin. “n..ne??” yoorin nampaknya kaget saat baekhyun menyampaikan lamaran kepadanya. Mungkin belum pernah terbayangkan dalam pikirannya tentang pernikahan, meskipun dia sudah sangat mencintai kekasihnya, byun baekhyun.
Yoorin’pov:
Eottokhae, yoorin? Apa yang harus aku jawab? Aku tak bisa berkata kata lagi saat ini. Aku benar-benar bingung, jawaban apa yang harus kuberikan pada seorang namja yang sudah kupacari sejak 1,5 tahun lalu. Aku seperti orang bodoh, kikuk. Tak kusadari ternyata aku melamun dan baekhyun sedari tadi memanggilku. “ahh oppa, mian aku harus pulang skarang. Sudah jam setengah 7. Aku takut kalau ibu kos ku marah. Mianhae..” jawabku sambil buru buru berlalu dari hadapannya.
Baekhyun’pov:
Ada apa dengannya? Apa aku salah? Mungkin tak seharusnya aku melamarnya. Ahh dasar babo.. ingin aku mengejarnya, namun sudah biarlah dia menenangkan hati dulu. Dan skarang aku hanya bisa melihatnya berlalu dari hadapan ku dan perlahan-lahan menghilang dari pandanganku. “yoorin ah, mianhae…” ucapku lesu
1 minggu kemudian…
Baekhyun’pov:
Sudah 1 minggu semenjak kejadian itu, aku tak pernah berkomunikasi dengannya lagi. Biasanya setiap pagi, dia pasti menelponku memastikan apa aku sudah bangun atau tidak. Skarang aku sama sekali tak tahu bagaimana keadaannya, apa dia sudah makan atau belum, apa dia sehat atau tidak, dan apa dia merindukan ku??. Selama seminggu ini pikiranku benar-benar dipenuhi olehnya. Ingin rasanya bertemu dengannya, namun tak bisa. Yang bisa aku lakukan untuk mengurangi rasa rinduku padanya hanyalah memandangi beberapa foto-foto ku dan yoorin yang kuletakkan manis disebelah tempat tidurku. “naega jeongmal bogoshipoyo, yoorin ah” ucapku sambil terus melihat foto itu.
Yoorin’pov:
Entah sudah berapa lama aku tak bertemu bahkan berkomunikasi dengan baekhyun oppa. Aku benar-benar merindukannya sekarang. Ingin rasanya aku bertemu dengannya dan memeluknya erat. Namun, apa dia masih mau, setelah lamarannya kemarin kutinggal begitu saja?? Entahlah… sekarang keinginan terbesarku adalah bisa bertemu dengannya, mendengar suaranya saja pun tak apalah.
Di kampus :
Yoorin pov:
Hari ini aku duduk di bangku belakang. Otakku benar benar tak mau berfikir, biarpun aku sudah memaksanya sekalipun.
“hya.. yoorin ah…yoorin ah…!” panggil sehun yang duduk tepat disebelah kananku. Berkali-kali dia memanggilku, namun tak ada balasan dari ku. Sampai akhirnya sehun memukul kepala ku sampai tubuhku hamper terjatuh dari kursi. “hya… sehunnie..” protes ku keras pada sehun. Tak kusadari, jika dosen fisika ku ternyata sudah masuk kelas. Dan teriakkan ku tadi benar benar mengguncang seisi kelas. “PARK YOORIN SSI….. KELUARRRR….!!!” Bentak dosen fisika ku, Lim songsengnim tak kalah kencang dari teriak kan ku tadi.
Aku pun pasrah menerima kenyataan dikeluarkan dari kelas hari ini, hanya gara-gara aku melamun. Oh iya, namja yang duduk di sebelah kanan ku tadi adalah hobei ku sejak SMA. Namanya Oh Sehun. Dia benar-benar menjadi tempat curhatan ku, jadi kalau ingin tahu cerita tentang kehidupan ku bisa Tanya ke sehun. Kalau kubilang, dia anaknya terlalu polos dan sifatnya kekanak kanakan (choding), melebihi diriku yang lebih muda darinya beberapa hari. Bagi orang yang baru kenal dengan sahabatku yang satu ini, pasti mengira kalau dia anaknya dingin, cuek, dan lain lain. Tapi, kenyataannya malah sebaliknya. Banyak para yeoja yang tertarik dengan ketampanan wajah sehun. Tak jarang, hamper tiap minggu pasti ada yang menyatakan cinta padanya.
Tiba – tiba ada seseorang yang menutup mataku dari belakang. “ ahhh.. nuguya??” Rengekku sambil melepaskan tangannya. Ternyata itu sehun.  “yoorin ah, neo gwaenchana??” tanyanya padaku. Aku dengan malas menjawab, “n..ne”. dan aku pun tersadar saat aku melihat jam yang melingkar di tanganku belum menunjukkan waktu istirahat. Tapi, kenapa bocah satu ini ada disini?? “ hya… hya… kenapa kau ada disini, bayi??” tanyaku sambil memukul punggungnya. “ yoorin ah, berhenti memanggil ku bayi. Kau tak bisa lihat apa tubuhku sebesar dan setinggi apa ini, ha?” jawabnya tegas. “hahaha.. iya tubuh kamu memang tinggi menjulang, tapi sifat mu lah yang bayi..”. aku pun berhasil mengembangkan senyum ku lagi hari ini, berkat namja satu ini.
“mahrebwa… apa yang sebenarnya terjadi pada mu? Apa kekasihmu itu menyakitimu??” Tanya sehun penasaran. “ hmmm… mau tau aja atau mau tau doang, sehunnie?” jawabku sedikit menggodanya. “ahh.. jjinja”. “sehunnie gomawo, karena rela menemaniku kali ini” jawabku sambil menatapnya. “ GR banget kamu yoorin ah…” jawabnya sambil berlalu membeli minuman. “ihh.. dasar sehun choding…”.  
Baekhyun’pov:
Biarpun aku dan yoorin satu kampus, namun sejak tiba disini aku sama sekali belum melihatnya. Pandanganku sudah kuarahkan ke segala penjuru kampus, dan memang tak ku lihat dirinya. Aku tak tahu apa hari ini pikiran ku bisa focus ke pelajaran atau tidak.
“hya.. baekhyun ah, wae geurae?” Tanya chanyeol sambil meletakkan ice coffee di depanku. “gomawo, yollie”. Tak ada selera untuk meminumnya, biarpun itu adalah minuman favorit ku. Yang kulakukan hanyalah mengaduk-ngaduknya. “ceritalah padaku, tak biasa biasanya kau seperti ini?” tanyanya penasaran. Akhirnya, aku menceritakan masalahku dengan yoorin pada chanyeol. Dia adalah sahabatku. Banyak yang mengatakan kalau kita ini bagaikan surat dan perangko. Dimana ada baekhyun, disitu bisa dipastikan ada chanyeol juga. Sedikit aneh, tapi aku nyaman dengan itu.
Sore hari:
Yoorin’pov:
Sore ini aku memutuskan untuk berjalan-jalan keluar sebentar. Aku merasa benar benar penat dan pusing jika terus saja berada di kamar ku ini. Kuputuskan untuk pergi ke pantai, aku ingin mendengarkan deburan ombak dan merasakan semilir angin disana. Langit hari ini benar benar cerah. Cahaya matahari yang sudah Nampak menguning di sebelah barat menembus kaca bus yang aku tumpangi menuju pantai.
“ahh.. baekhyun oppa…”ucapku lirih dengan sedikit simpulan senyum diwajah ku. Tak bisa kupungkiri memang aku sangat merindukannya. Ah tidak, tapi aku sangat mencintainya.
15 menit kemudian
“waaaahhhh pantai,… aku datang…” teriakku sambil berlari menuju pesisir pantai. Aku melihat kesekeliling pantai itu, dan tak kusadari buliran air mataku sudah membasahi kedua pipiku. Apa ini? Apa aku menangis? Dan kenapa aku menangis??. Aku berusaha menahannya, tetapi malah semakin deras aliran air mataku ini. Dan suara tangisan ku pun ikut keluar tak kalah kencangnya. “se..sekali ini saja, biarkan aku menangis. Sekali… sekali saja…”ucapku dengan air mata yang terus keluar dari mata kecilku.
“oo..oppaaa…. Saranghaeyooo….”teriakku keras pada hamparan laut di depanku dan burung-burung yang mulai beterbangan dilangit sana. “nado saranghaeyo yoorin ah….” Teriak seseorang dengan merdunya. Hah.. siapa itu? Aku familiar dengan suara merdu itu. Apa itu baekhyun oppa?? Kuberanikan diriku ini menoleh kebelakang. Apa aku tak menghayal lagi??  Dan benar..benar itu baekhyun oppa. Dia berdiri dibelakangku dengan senyuman mengembang di wajah imutnya itu.
Aku pun segera berlari menujunya di belakang, begitu juga dia sebaliknya. Aku menuju ke pelukan eratnya. Erat, hangat, dan terasa nyaman. Dan tangisku pun pecah di pelukannya. Baekhyun oppa mencoba mengangkat kepalaku dan menatapku, tapi aku mengelak. “oppa,, chankanmanyo…biarkan aku seperti ini dulu. Biarkan aku memelukmu sebentar”ucapku sambil mempererat pelukanku padanya. Begitu juga dengannya, dia juga memelukku erat.
Baekhyun’pov:
Tuhan,, apa aku tak bermimpi kali ini? Apa benar dia yoorin, kekasihku yang kurindukan selama ini? Iya,, benar dia kekasihku, kang yoorin. Dan setelah beberapa lama, akhirnya aku berani menatap mata kecilnya itu. Kau tak berubah yoorin, kau tetap cantik. Dan seperti biasa jantungku selalu berdetak cepat saat aku menatapnya. “oppa,,.. apa kabarmu?”tanyanya lembut padaku. “ kabarku? Aku sedang sakit yoorin ah”jawabku sambil menggenggam tangannya. “neo appho? Apanya yang sakit, ha?”tanyanya dengan nada penuh kekhawatiran. “disini..”ucapku sambil meletakkan tangannya di dadaku. “aku sakit karena aku benar-benar merindukanmu, chagi”. Dia tersenyum hangat padaku. “nado bogoshipoyo oppa…”. Aku semakin mendekatkan wajahku padanya. “hya.. yoorin ah, kenapa kau tutup matamu?”. “ahh oppa jjinja…”ucapnya sambil melepaskan pelukannya padaku. “ani..ani, tetaplah disini. Yoorin ah, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu , tapi aku takut kalau kau nanti akan p…”. belum sempat ku melanjutkan ucapanku, jari telunjuknya menyuruhku diam. “katakan apa yang ingin kau katakan oppa”jawabnya lembut padaku. “apa kau ingin menjadi pendampingku, yoorin ah??” tanyaku hati hati dan kupejamkan mataku untuk mengurangi rasa takutku kalau dia akan menolak ku lagi seperti 1 bulan yang lalu.
Terasa hembusan nafas hangat mendekat ke telingaku. “ ne… oppa”. Aku terkejut mendengar itu semua dan cepat-cepat kubuka mataku. “apa kau serius??”. “ne oppa, aku sangat sangat sangat serius”jawabnya dengan senyum. “lalu, kenapa saat itu kau pergi begitu saja?”. “aku hanya terkejut saja saat kau menyatakan itu padaku. Aku berfikir, apa aku pantas menjadi pendampingmu?? Tapi sekarang aku sudah siap dengan semua itu”. Aku pun merasa lega mendengar semua penjelasan dari yoorin barusan. Dan sungguh bahagianya aku sekarang. “yoorin ah saranghae”
Yoorin’pov:
Oppa, akhirnya aku bisa menumpahkan seluruh isi hatiku padamu. Dan sekarang aku merasa lega sekaligus bahagia. Aku ingin menjadi pendampingmu selamanya. Karena aku benar-benar tak sanggup jika harus kehilanganmu oppa. “oppa saranghae”
Author’pov:
Mereka sekarang Nampak bahagia. Pelukan erat yang sedari tadi menghiasi pertemuan mereka tak juga mereka lepas.angin semilir pantai serta deburan tenang ombak mengiringi pengikatan cinta mereka. Kali ini kebahagian benar-benar terpancar dari raut wajah mereka masing masing. Dan mulai sekarang tak ada lagi hal hal lain yang bisa menrobohkan kekuatan cinta mereka, sampai akhir maut yang memisahkan mereka.    

The End…



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment ya chingu..!