Cast : Byun Baekhyun
Kang Yoorin
###################
Drrrttt…drrrttt…drrrttt…
Terdengar suara getaran handphone dari
seorang namja yang sedang nyenyak-nyenyak nya berbaring di tempat tidurnya.
Namja itu berusaha menutupi kedua telinganya dengan bantal, namun tetap saja
masih terdengar. Akhirnya byun baekhyun,
nama namja tersebut mengambil
handphonenya dan melihat siapa yang menelponnya di pagi bolong begini.
“hah..” baekhyun pun tersontak saat melihat
nama yang tertera di hp nya tersebut
“ ah.. yobseo.. chagiya..” dengan sedikit
melengkungkan senyum di wajahnya
“ne.. yobseo oppa, kenapa kau lama skali
mengangkatnya? Kau baru bangun ya? “ Tanya yeoja itu yang dikenalnya bernama kang
yoorin
“hehehe, ne yoorin –ah. Aku semalam ngebut ngerjain
tugas buat dikumpulin ntar siang. Mianhaeyo chagi “ ucapnya lembut
“ ahh oppa gwaenchanayo. Pasti kau capek
ya.. kasihan banget namja chingu ku ini. Yaudah, cepat mandi sana, bau tuh”
ucap yoorin
“ne,, arraseo..annyeong yoorin ah” dengan
suara yang agak malas
Tempat tidur baekhyun ini memang sangat amat
berantakan. Disana sini banyak buku yang bergeletakan tak karuan. Ya begitulah
kehidupan seorang namja, apalagi dia harus hidup sendiri di pusat kota Seoul.
Jauh dari eomma, appa, dan hyung tercintanya. Itu semua dilakukannya, karena ia
ingin menamatkan pendidikannya di Universitas of Seoul. Baekhyun tercatat
sebagai mahasiswa jurusan music performing di tahun ke 4.
Setelah menerima telephone dari kekasih
tercintanya, baekhyun kembali merebahkan badannya sebentar di kasur dan
menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sambil tersenyum senyum sendiri
memikirkan yoorin, yeoja yang resmi dipacarinya sejak 1 tahun lalu.
“Jeglekkk….” Seseorang membuka pintu secara
tiba-tiba.
“baekk oppa, kenapa kau belum mandi dan ini
semua…?” yoorin tak bisa berkata-kata lagi melihat sebegitu berantakannya kamar
namja chingunya.
“hya.. yoorin ah… kenapa kau tak bilang kau
mau kesini? Sana keluar sebentar, aku belum mandi ini dan tampang ku masih
kummel” pinta baekhyun masih dengan selimut tebal bermotif mobil mobilan pada
kekasihnya yang masih berdiri di dekat pintu.
Baekhyun memang belum pernah menunjukkan
wajah bangun tidurnya pada kekasihnya itu. Biasanya kalau bertemu dengan kang
yoorin pasti dia sudah memakai eyeliner untuk menutupi mata sipit kecilnya itu.
“sana.. keluar sebentar,, ppali” sambil
merengek. Melihat tingkah lucu namja chingunya, yoorin pun berniat mengerjai
baekhyun .
“hmmm, shiroyo. Aku ingin melihat wajah
aslimu tanpa memakai eyeliner oppa” Ucap yoorin sambil berjalan kegirangan
mendekat ke baekhyun.
“ anniya..” tolak baekhyun. “ ayolah oppa,
aku ingin melihatnya sekali saja. Hanboen !!
“kau pasti kaget nantinya” tetap menolak. “
nggak akan oppa, aku menerimamu dan mencintaimu apa adanya” pinta yoorin yang
sudah terduduk di kasur baekhyun. “ aku buka ya chagiya..1, 2, 3..”
Yoorin pun berhasil membuka selimut yang
sedari tadi menutupi seluruh tubuh kekasihnya itu. Dan akhirnya ia bisa melihat
wajah kekasihnya tanpa balutan make up sama sekali di wajahnya. Dan…
“wahh.. oppa kau imut sekali. Huaa kyeowo…”
ucap yoorin sambil tersenyum menatap dan mencubit pipi baekhyun. “aduhh duhhh..
sakit tau” berusaha melepaskan cubitan yoorin. Melihat tingkah bekhyun, yoorin hanya tertawa puas. “oppa aku lebih
suka kau yang seperti ini. Tapi, apapun penampilan mu itu, aku akan tetap
mencintaimu baekhyun ssi”. Baekhyun yang mendengarnya hanya bisa tersenyum
manis di depan kekasihnya itu sambil memegang tangan halus yoorin yang masih
menempel di pipinya. ”aku juga mencintaimu, nomu saranghaeyo..”
@08.30 am
Baek’ pov:
Hari ini aku mengajak pergi jalan-jalan kekasih
ku, kang yoorin. Entah, sudah berapa lama aku tak pergi keluar dengannya
seperti ini. Aku benar-benar menyiapkan diriku pagi ini, dengan mengenakan
kemeja biru tua dan celana panjang. Senang rasanya bisa menggandeng tangan
lembutnya dan bisa melihat senyum indahnya lagi pagi ini. Yang aku rasakan kali
ini aku benar-benar mencintainya.
“oppa, kau mau makan apa?” tanyanya halus
“ aku ingin makan sama dengan mu.” “
baiklah, aku akan memesankannya untuk mu”.
“oppa, kau mau mengajakku kemana? Ceritakan
padaku oppa?” pinta yoorin manja
“ahh rahasia lah.. aku ingin memberikan
kejutan untuk mu nanti” jawabku dengan senyum.
Setelah selesai makan, kita pun melanjutkan
perjalanan. Aku tak henti-hentinya menggandeng tangannya sampai kita masuk ke
bus. Tak beruntungnya diriku hari ini, bus penuh sesak oleh penumpang. Tak ada
satu bangku penumpang yang kosong. Alhasil kita pun harus berdiri dan berusaha
menjaga keseimbangan agar tak terjatuh. Kita berada di bagian belakang bus,
karena memang itu yang tersisa. Aku mencoba memegang pinggangnya agar tak
terjatuh. Entahlah, mungkin dia skarang mendengar detakan jantungku yang sedari
tadi berdetak kencang karena posisi kita sangat dekat.
Yoorin’pov:
Aku memegangnya erat, erat sekali. Dan dia
pun memegangiku juga. Ahh… betapa senangnya hati ku ini bisa pergi kencan
dengan kekasih ku tercinta, byun baekhyun. Terasa hembusan hangat dari dirinya
diatas kepalaku. Jarak kita memang terlalu dekat, karena tempat yang tersedia
memang sangat sempit.
“oppa, bolehkah aku menggandengkan kedua
tanganku di tubuhmu?” tanyaku sambil mendongak ke atas. “ne..? oh.. ne silahkan
chagiya..” jawabnya sambil melemparkan senyum padaku.
Akupun segera menggandengkan kedua tanganku
ke tubuh rampingnya. Dan menempelkan kepalaku ke dadanya. Terasa nyaman sekali.
Kupejamkan mataku sejenak dan meresakan kehangatannya. “aku beruntung bisa
mendapatkanmu byun baekhyun..” ujar dalam benakku.
Author’pov:
Setelah hamper 15 menit di dalam bus,
akhirnya mereka turun juga. Terlihat yoorin sudah capek dan rambutnya sedikit
berantakan. Baekhyun pun membantu merapikan rambut kekasihnya itu. Tak
ketinggalan, yoorin pun berusaha membantu merapikan baju baekhyun juga. Dan
mereka melanjutkan perjalanan mereka.
“oppa, masih jauhkah ini? Rengek yoorin.
“aku udah capek nih oppa..”tambahnya sambil mengerutkan wajahnya. Tiba – tiba baekhyun
menundukkan badannya dan “ naiklah…”pinta baekhyun sambil menyunggingkan
senyum. Aku melamun sebentar. Tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku begitu
gugup, karena aku belum pernah digendong sama kekasih ku tercinta ini.
“hya.. yoorin ah, cepat naik..!” pintanya
membuyarkan lamunan ku. “ohh.. iya oppa”. Aku pun memberanikan diri sambil menahan detakan jantungku yang
tiba-tiba terasa cepat. “oppa, neo gwaenchana..? “ tanyaku tak enak.
“ne..?”jawabnya penasaran. “badanku begitu berat oppa. Akhir-akhir ini aku
makan begitu banyak. Habisnya, tugas kuliah ku menumpuk, dan itu semua
membutuhkan energy yang banyak” celotehku pada byun baekhyun. “jjinjayo..? tapi
aku tak merasakan tubuhmu yang berat..” ucapnya. “geotjimal..!” bentakku.
Aku semakin mengeratkan peganganku di leher
baekhyun. Kusandarkan kepalaku di bahunya dan kulirik sedikit wajah imutnya
itu. Ternyata dia sedang tersenyum, entah apa yang membuatnya tersenyum,
mungkin karena celotehanku yang sedari tadi tak ada hentinya.
Baekhyun’pov :
Yoorin ah, inilah yang aku rindukan dari mu.
Celoteh-celotehan mu yang membuatku tertawa geli. Dan ini semua membuat ku
semakin jatuh cinta kepada mu, chagiya..
“wahhh… sampai juga kita. Yoorin ah, noe
joahaeyo??” tanyaku padanya sambil menggandeng bahunya. “ oppa, inikah kejutan
mu untukku? Wahhhh……” jawabnya sambil terus menatap kedepan, dan perlahan-lahan
ia berjalan. Akupun mengikutinya perlahan dari belakang. Hari ini aku
mengajaknya pergi ke pantai. Inilah keinginannya yang ingin aku kabulkan
untuknya. Setelah beberapa hari yang lalu aku melihat keinginan ini tertempel
di tembok kamarnya.
Flashback
“tutttuutttut… wah rapi juga kamarnya.
Yaiyalah dia kan cewek. Coba bandingkan dengan kamarku, ahhh… jadi malu sendiri
kan..” ucapnya sambil celingak celinguk memperhatikan setiap sudut ruangan
kamar yoorin. “ apa ini..?” baekhyun menemukan salah satu stikynote yang
tertempel di tembok kamarnya. Dan dia membacanya sambil menyunggingkan senyum
di wajahnya. Entah apa yang sedang ada dalam pikirannya setelah membaca
stikynote yeojachingu nya itu. Sampai akhirnya…
“oppa.. kajja…” ajak yoorin yang keluar dari
kamar mandi. “ oh.. ne chagiya…” sahut baekhyun.
Comeback:
Baekhyun’pov:
Aku masih saja mengikutinya dari belakang.
Keceriaan dan kepuasan tergambar jelas di wajah putihnya dan gerak gerik
tubuhnya. Aku puas sekarang. Puas karena bisa membuatnya tertawa lepas seperti
ini.
“apa kau bahagia, yoorin ah?” Ucapku sambil
menatapnya. “ne.. ne.. ne.. oppaaa chagiya”. Ucapnya sambil berlari kearah ku
dan… BUUKKK… ahhh.,apa ini? apa aku tak
bermimpi? Dia memelukku. Erat sekali. Dan seketika jantungku berdebar kencang.
Tak bisa kukendalikan detakan ini. Berharap saja dia tak mersakannya.
“chagiya.. gomapta..” bisiknya pelan di
telingaku. “cheonma chagi..” balasku pelan. Kita pun saling bertatapan. Dan
yoorin terus saja tersenyum saat menatap ku. Aku pun membalasnya dengan
senyuman puppy ku. “ahh oppa kenapa kau tersenyum seperti itu pada ku di
situasi seperti ini?” “wae..? imutkan aku” jawabku sambil melakukan aegyo. “ahh
oppaaa..”
Hmmmm… hembusan angin makin terasa disaat
suasana pantai sudah mulai sore. Burung burung diatas pantai itu bergerombol
terbang entah kemana. Aku dan yoorin masih saja berjalan-jalan di pinggir
pantai. Rasanya aku ingin waktu berhenti disini. Berhenti disaat aku bersama
dengan kekasih ku tercinta ini.
“oppaa… kau tau apa yang kurasakan saat
ini?” tanyanya padaku. “hhmm, mollaseo. Mwoya?” jawabku dengan menatapnya.
“jigeum, naega nomu nomu nomu haengbokhagae. Bisa berjalan dan bergandengan
tangan seperti ini dengan mu, sungguh membuatku bahagia oppa. Aku merasa aku
memiliki namjachingu paling hebat di dunia ini. Saranghaeyo oppa” jawabnya
sambil menatapku dalam. “nado saranghaeyo yoorin ah” balasku padanya.
Author’pov:
Suara hempasan ombak pantai benar-benar
gemuruh. Namun rasanya itu menenangkan untuk sepasang kekasih yang sedang
dibakar api asmara. Mereka santai santai saja duduk berdampingan di tepi
pantai. Memandang luas lautan dan langit biru yang perlahan lahan berubah
warnanya menjadi oranye. Yoorin menyandarkan kepalanya di bahu baekhyun dan
baekhyun merangkulkan tangan kirinya ke tubuh yoorin. Mereka benar-benar
menikmati suasana kali ini. Dan memang jarang untuk mereka bisa menghabiskan
waktu seharian penuh seperti ini.
“ahh senangnya bisa jalan jalan seharian
penuh dengan mu” ucap baekhyun sambil mencubit hidung yoorin. “ahh.. apho..
tapi gomapta oppa, sudah memberikan kejutan seperti ini padaku. Aku tak akan
melupakan semua ini” ucap yoorin sambil memeluk erat baekhyun dari samping.
Tiba-tiba baekhyun menyuruh yoorin menutup
matanya. Entah apa yang ingin dilakukan baekhyun pada yoorin. Dia mengeluarkan
sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak berwarna biru. Terlihat senyuman khas dari
wajah baekhyun saat membuka kotak itu. Sedangkan yoorin sudah mau merengek
minta membuka mata. Dan sebuah benda putih mengkilap berbentuk lingkaran
dikeluarkannya dari kotak itu dan memakaikannya di jari lentik kang yoorin.
“skarang, bukalah matamu” pinta baekhyun.
Betapa terkejutnya yoorin saat melihat sebuah cincin melingkar manis di jari
manisnya. “ oppa, ige mwoya??” Tanya yoorin sambil memperlihatkan cincinnya.
“yoorin ssi, maukah kau menikah dengan ku?” Tanya baekhyun yakin. “n..ne??”
yoorin nampaknya kaget saat baekhyun menyampaikan lamaran kepadanya. Mungkin
belum pernah terbayangkan dalam pikirannya tentang pernikahan, meskipun dia
sudah sangat mencintai kekasihnya, byun baekhyun.
Yoorin’pov:
Eottokhae, yoorin? Apa yang harus aku jawab?
Aku tak bisa berkata kata lagi saat ini. Aku benar-benar bingung, jawaban apa
yang harus kuberikan pada seorang namja yang sudah kupacari sejak 1,5 tahun
lalu. Aku seperti orang bodoh, kikuk. Tak kusadari ternyata aku melamun dan
baekhyun sedari tadi memanggilku. “ahh oppa, mian aku harus pulang skarang.
Sudah jam setengah 7. Aku takut kalau ibu kos ku marah. Mianhae..” jawabku
sambil buru buru berlalu dari hadapannya.
Baekhyun’pov:
Ada apa dengannya? Apa aku salah? Mungkin
tak seharusnya aku melamarnya. Ahh dasar babo.. ingin aku mengejarnya, namun
sudah biarlah dia menenangkan hati dulu. Dan skarang aku hanya bisa melihatnya
berlalu dari hadapan ku dan perlahan-lahan menghilang dari pandanganku. “yoorin
ah, mianhae…” ucapku lesu
1 minggu kemudian…
Baekhyun’pov:
Sudah 1 minggu semenjak kejadian itu, aku
tak pernah berkomunikasi dengannya lagi. Biasanya setiap pagi, dia pasti
menelponku memastikan apa aku sudah bangun atau tidak. Skarang aku sama sekali
tak tahu bagaimana keadaannya, apa dia sudah makan atau belum, apa dia sehat
atau tidak, dan apa dia merindukan ku??. Selama seminggu ini pikiranku
benar-benar dipenuhi olehnya. Ingin rasanya bertemu dengannya, namun tak bisa.
Yang bisa aku lakukan untuk mengurangi rasa rinduku padanya hanyalah memandangi
beberapa foto-foto ku dan yoorin yang kuletakkan manis disebelah tempat
tidurku. “naega jeongmal bogoshipoyo, yoorin ah” ucapku sambil terus melihat
foto itu.
Yoorin’pov:
Entah sudah berapa lama aku tak bertemu
bahkan berkomunikasi dengan baekhyun oppa. Aku benar-benar merindukannya
sekarang. Ingin rasanya aku bertemu dengannya dan memeluknya erat. Namun, apa
dia masih mau, setelah lamarannya kemarin kutinggal begitu saja?? Entahlah…
sekarang keinginan terbesarku adalah bisa bertemu dengannya, mendengar suaranya
saja pun tak apalah.
Di kampus :
Yoorin pov:
Hari ini aku duduk di bangku belakang.
Otakku benar benar tak mau berfikir, biarpun aku sudah memaksanya sekalipun.
“hya.. yoorin ah…yoorin ah…!” panggil sehun
yang duduk tepat disebelah kananku. Berkali-kali dia memanggilku, namun tak ada
balasan dari ku. Sampai akhirnya sehun memukul kepala ku sampai tubuhku hamper
terjatuh dari kursi. “hya… sehunnie..” protes ku keras pada sehun. Tak
kusadari, jika dosen fisika ku ternyata sudah masuk kelas. Dan teriakkan ku
tadi benar benar mengguncang seisi kelas. “PARK YOORIN SSI….. KELUARRRR….!!!”
Bentak dosen fisika ku, Lim songsengnim tak kalah kencang dari teriak kan ku
tadi.
Aku pun pasrah menerima kenyataan
dikeluarkan dari kelas hari ini, hanya gara-gara aku melamun. Oh iya, namja
yang duduk di sebelah kanan ku tadi adalah hobei ku sejak SMA. Namanya Oh
Sehun. Dia benar-benar menjadi tempat curhatan ku, jadi kalau ingin tahu cerita
tentang kehidupan ku bisa Tanya ke sehun. Kalau kubilang, dia anaknya terlalu
polos dan sifatnya kekanak kanakan (choding), melebihi diriku yang lebih muda
darinya beberapa hari. Bagi orang yang baru kenal dengan sahabatku yang satu
ini, pasti mengira kalau dia anaknya dingin, cuek, dan lain lain. Tapi,
kenyataannya malah sebaliknya. Banyak para yeoja yang tertarik dengan
ketampanan wajah sehun. Tak jarang, hamper tiap minggu pasti ada yang
menyatakan cinta padanya.
Tiba – tiba ada seseorang yang menutup
mataku dari belakang. “ ahhh.. nuguya??” Rengekku sambil melepaskan tangannya.
Ternyata itu sehun. “yoorin ah, neo
gwaenchana??” tanyanya padaku. Aku dengan malas menjawab, “n..ne”. dan aku pun
tersadar saat aku melihat jam yang melingkar di tanganku belum menunjukkan
waktu istirahat. Tapi, kenapa bocah satu ini ada disini?? “ hya… hya… kenapa
kau ada disini, bayi??” tanyaku sambil memukul punggungnya. “ yoorin ah,
berhenti memanggil ku bayi. Kau tak bisa lihat apa tubuhku sebesar dan setinggi
apa ini, ha?” jawabnya tegas. “hahaha.. iya tubuh kamu memang tinggi menjulang,
tapi sifat mu lah yang bayi..”. aku pun berhasil mengembangkan senyum ku lagi
hari ini, berkat namja satu ini.
“mahrebwa… apa yang sebenarnya terjadi pada
mu? Apa kekasihmu itu menyakitimu??” Tanya sehun penasaran. “ hmmm… mau tau aja
atau mau tau doang, sehunnie?” jawabku sedikit menggodanya. “ahh.. jjinja”.
“sehunnie gomawo, karena rela menemaniku kali ini” jawabku sambil menatapnya. “
GR banget kamu yoorin ah…” jawabnya sambil berlalu membeli minuman. “ihh..
dasar sehun choding…”.
Baekhyun’pov:
Biarpun aku dan yoorin satu kampus, namun
sejak tiba disini aku sama sekali belum melihatnya. Pandanganku sudah kuarahkan
ke segala penjuru kampus, dan memang tak ku lihat dirinya. Aku tak tahu apa
hari ini pikiran ku bisa focus ke pelajaran atau tidak.
“hya.. baekhyun ah, wae geurae?” Tanya
chanyeol sambil meletakkan ice coffee di depanku. “gomawo, yollie”. Tak ada
selera untuk meminumnya, biarpun itu adalah minuman favorit ku. Yang kulakukan
hanyalah mengaduk-ngaduknya. “ceritalah padaku, tak biasa biasanya kau seperti
ini?” tanyanya penasaran. Akhirnya, aku menceritakan masalahku dengan yoorin
pada chanyeol. Dia adalah sahabatku. Banyak yang mengatakan kalau kita ini
bagaikan surat dan perangko. Dimana ada baekhyun, disitu bisa dipastikan ada
chanyeol juga. Sedikit aneh, tapi aku nyaman dengan itu.
Sore hari:
Yoorin’pov:
Sore ini aku memutuskan untuk berjalan-jalan
keluar sebentar. Aku merasa benar benar penat dan pusing jika terus saja berada
di kamar ku ini. Kuputuskan untuk pergi ke pantai, aku ingin mendengarkan
deburan ombak dan merasakan semilir angin disana. Langit hari ini benar benar
cerah. Cahaya matahari yang sudah Nampak menguning di sebelah barat menembus
kaca bus yang aku tumpangi menuju pantai.
“ahh.. baekhyun oppa…”ucapku lirih dengan
sedikit simpulan senyum diwajah ku. Tak bisa kupungkiri memang aku sangat
merindukannya. Ah tidak, tapi aku sangat mencintainya.
15 menit kemudian
“waaaahhhh pantai,… aku datang…” teriakku
sambil berlari menuju pesisir pantai. Aku melihat kesekeliling pantai itu, dan
tak kusadari buliran air mataku sudah membasahi kedua pipiku. Apa ini? Apa aku
menangis? Dan kenapa aku menangis??. Aku berusaha menahannya, tetapi malah
semakin deras aliran air mataku ini. Dan suara tangisan ku pun ikut keluar tak
kalah kencangnya. “se..sekali ini saja, biarkan aku menangis. Sekali… sekali
saja…”ucapku dengan air mata yang terus keluar dari mata kecilku.
“oo..oppaaa…. Saranghaeyooo….”teriakku keras
pada hamparan laut di depanku dan burung-burung yang mulai beterbangan dilangit
sana. “nado saranghaeyo yoorin ah….” Teriak seseorang dengan merdunya. Hah..
siapa itu? Aku familiar dengan suara merdu itu. Apa itu baekhyun oppa?? Kuberanikan
diriku ini menoleh kebelakang. Apa aku tak menghayal lagi?? Dan benar..benar itu baekhyun oppa. Dia
berdiri dibelakangku dengan senyuman mengembang di wajah imutnya itu.
Aku pun segera berlari menujunya di
belakang, begitu juga dia sebaliknya. Aku menuju ke pelukan eratnya. Erat,
hangat, dan terasa nyaman. Dan tangisku pun pecah di pelukannya. Baekhyun oppa
mencoba mengangkat kepalaku dan menatapku, tapi aku mengelak. “oppa,,
chankanmanyo…biarkan aku seperti ini dulu. Biarkan aku memelukmu sebentar”ucapku
sambil mempererat pelukanku padanya. Begitu juga dengannya, dia juga memelukku
erat.
Baekhyun’pov:
Tuhan,, apa aku tak bermimpi kali ini? Apa
benar dia yoorin, kekasihku yang kurindukan selama ini? Iya,, benar dia
kekasihku, kang yoorin. Dan setelah beberapa lama, akhirnya aku berani menatap
mata kecilnya itu. Kau tak berubah yoorin, kau tetap cantik. Dan seperti biasa
jantungku selalu berdetak cepat saat aku menatapnya. “oppa,,.. apa kabarmu?”tanyanya
lembut padaku. “ kabarku? Aku sedang sakit yoorin ah”jawabku sambil menggenggam
tangannya. “neo appho? Apanya yang sakit, ha?”tanyanya dengan nada penuh
kekhawatiran. “disini..”ucapku sambil meletakkan tangannya di dadaku. “aku
sakit karena aku benar-benar merindukanmu, chagi”. Dia tersenyum hangat padaku.
“nado bogoshipoyo oppa…”. Aku semakin mendekatkan wajahku padanya. “hya..
yoorin ah, kenapa kau tutup matamu?”. “ahh oppa jjinja…”ucapnya sambil
melepaskan pelukannya padaku. “ani..ani, tetaplah disini. Yoorin ah, sebenarnya
aku ingin mengatakan sesuatu padamu , tapi aku takut kalau kau nanti akan p…”.
belum sempat ku melanjutkan ucapanku, jari telunjuknya menyuruhku diam.
“katakan apa yang ingin kau katakan oppa”jawabnya lembut padaku. “apa kau ingin
menjadi pendampingku, yoorin ah??” tanyaku hati hati dan kupejamkan mataku
untuk mengurangi rasa takutku kalau dia akan menolak ku lagi seperti 1 bulan
yang lalu.
Terasa hembusan nafas hangat mendekat ke
telingaku. “ ne… oppa”. Aku terkejut mendengar itu semua dan cepat-cepat kubuka
mataku. “apa kau serius??”. “ne oppa, aku sangat sangat sangat serius”jawabnya
dengan senyum. “lalu, kenapa saat itu kau pergi begitu saja?”. “aku hanya
terkejut saja saat kau menyatakan itu padaku. Aku berfikir, apa aku pantas
menjadi pendampingmu?? Tapi sekarang aku sudah siap dengan semua itu”. Aku pun
merasa lega mendengar semua penjelasan dari yoorin barusan. Dan sungguh
bahagianya aku sekarang. “yoorin ah saranghae”
Yoorin’pov:
Oppa, akhirnya aku bisa menumpahkan seluruh
isi hatiku padamu. Dan sekarang aku merasa lega sekaligus bahagia. Aku ingin
menjadi pendampingmu selamanya. Karena aku benar-benar tak sanggup jika harus
kehilanganmu oppa. “oppa saranghae”
Author’pov:
Mereka sekarang Nampak bahagia. Pelukan erat
yang sedari tadi menghiasi pertemuan mereka tak juga mereka lepas.angin semilir
pantai serta deburan tenang ombak mengiringi pengikatan cinta mereka. Kali ini
kebahagian benar-benar terpancar dari raut wajah mereka masing masing. Dan
mulai sekarang tak ada lagi hal hal lain yang bisa menrobohkan kekuatan cinta mereka,
sampai akhir maut yang memisahkan mereka.
The End…